"emang aku putus ya?? enggak ah." Terasa seperti biasa, aku masih pacaran sama dia. iya, semalem aku cuma mimpi. "Tapi kenapa bantal dan pipiku basah ya tadi pagi?" DI tengah pelajaran dan di sekolah aku hanya bergumam hal itu. temanku sampai heran dan merasa iba padaku.
--
Malam ini, kubuka akun facebook-ku lewat ponsel dan kusempatkan untuk membuka profilnya. tetapi apa yang kulihat, "apa apaan ini? dia nggak sms aku 1 minggu dan sekarang dia lebih peduli sama dia? nggak adil!" emosiku meluap karena tidak hanya kali ini aku melihatnya. kuputuskan untuk menghubungi Senn. Senn, pacarku.
>>aku : Senn, kenapa kamu lupa sama aku? kamu udah nggak sms aku 1 minggu mana janjimu? kamu lebih peduli sama mbk Ara. Pilih kasih!
<<Senn : Ara cuma temenku, nggal lebih
>>aku : oh begitu. tapi sayang feelingku nggak kayak gitu. lebih.
<<Senn : Ara udah aku anggap sahabatku. aku nggak mungkin macarin sahabat sendiri.
>>aku : oh. nggak ada yang nggak ungkin. kamu sukakan? jangan jawab iya, tapi aku mau kamu jujur.
SMS yang dipenuhi dengan amarah, benar-benar menjadikan suasana panas. ditambah dia nggak bales SMSku. pikiranku sudah kemana - mana. aku SMS lagi dia dan kucoba untuk SMS mbk Ara.
<<Senn: jadi kau merasa benar? atas sikapmu selama ini?
>>aku : tidak. sadar, aku mempertanyakan ini karena kamu juga. dan kau pikir kau benar?
setelah kita berdebat, aku beranjak untuk menenangkan diri dan cuci muka. saat aku kembali, segera ku cek handphone dan.....
<<Senn : kamu memang terlalu berpikir negatif? aku nggak suka ! KITA PUTUS! aku sakit hati disini!
JLEKKK... What? PUTUS? nggak!
>>aku : apa maksudmu? nggak benerankan?
<<Senn : aku udah kecewa banget sama kamu. jadi kita lebih baik temenan. nglarani ati banget.
tess.. tess... air ini mengalir dengan deras setelah kubaca kata kata itu. aku sadari setelah ini mengalir dan itu sudah terjadi. yang tersisa hanya penyesalan mendalam dan menyiksa hati. berkali kali kuucapkan maaf, tetapi tidak sedikitpun respon dan dia tetep kukuh pada kata katanya. hal yang bisa aku lakukan hanya menangis, menyesal, dan berdoa. kenapa aku keterlaluan dalam tuduhan tadi? benar benar gegabah.
23.22... aku coba untuk tidur.
--
pagi ini, terasa hampa dan nggak ada nafsu makan. wajahku lecek dan ahtiku carut marut oleh oenyesalan. sepanjang perjalanan yang aku pikirkan anya masalah itu. dan terbawa hingga pelajaran. teman temanku hanya bisa mengucap, " sabar ya Vi.." pelajaran aku lewati dengan penyesalanku semalam. hingga pada akhir sekolah selalu terngiang rasa menyesal. baru kusadari tindakan perlu dipikir, kehilangan orang yang disayang sangat menyakitkan, dan berpikir negatif itu adalah hal yang buruk.
tetapi, aku merasa ini belum berakhir dia masih menyimpan perasaanya padaku, dan kita belum putus. semalam entah hanya halusinasi atau memang nyata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar